كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Kamis, 13 Oktober 2011

Definisi Syi’ah Menurut Istilah: Syaikh al-Mufid, Seorang ulama Syi’ah abad ke 5 H

Syaikh al-Mufid, seorang ulama Syi’ah abad ke 5 H berkata:

الشِّيْعَةُ أَتْبَاعُ
أَمِيرِ الْمُؤْمِنِيْنَ عليه السلام عَلَى سَبِيْلِ الْوَلاَءِ وَالاِعْتِقَادِ بِإِمَامَتِهِ بَعْدَ الرَّسُولِ صلى الله عليه واله  بِلاَ فَصْلٍ, وَنَفْيِ الاِمامَةِ عَمَّنْ تَقَدَّمَهُ فِي مَقَامِ الخِلاَفَةِ, وَجَعَلَهُ فِي الاِعْتِقَادِ مَتْبُوْعًا لَهُ غَيْرَ تَابِعٍ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ عَلىَ وَجْهِ الاِقْتِدَاءِ (اوائل المقالات : 2-4)
Syi’ah adalah pengikut Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib) AS atas dasar mencintai dan meyakini kepemimpinannya sesudah Rasul SAW tanpa terputus (oleh orang lain). Tidak mengakui kepemimpinan (imamah) orang sebelumnya (Ali) sebagai pewaris kedudukan khalifah dan hanya meyakini Ali sebagai pemimpin, bukan mengikuti salah satu dari orang-orang sebelumnya (Abu Bakar, Umar dan Utsman).” (al-Mufid, Awa’il al-Maqaalaat, hal. 2-4).

Asal Usul Ajaran Syi’ah
 
يَرَى اِبْنُ المُرتَضىَ أَنَّ أَصْلَ الشِّيْعَةِ مَرْجَعُهُ اِلىَ ابْنِ سَبَاءٍ, لاَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ أَحْدَثَ القَوْلَ بِالنَّصِّ فيِ الاِمَامَةِ (تاج العروس : 5-6).

Ulama syi’ah, Ibn al-Murtadha berpendapat bahwa asal usul Syi’ah disandarkan kepada Abdullah bin Saba’, karena dialah orang yang pertama kali mengatakan tentang konsep imamah (Taj al-’Arus, hal. 5-6).

عَنْ مُحَمَّدٍ بْنِ عُمَر الَكشي (عام 340 هـ) قال: وَذكَرَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ أنّ عبد الله بن سَبَأٍ كان يَهُودِيًّا فَأَسْلَمَ وَوَالَى عَلِيَّا (ع), وكَانَ يقُولُ وَهُوَ عَلَى يَهُودِيَّتهِ – في يُوشَعَ بِنْ نُونٍ وَصِيُّ  مُوسَى بالْغُلُوِّ, فقال فيِ إِسْلاَمِهِ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم في عَلى (ع) مِثْلَ ذَلِكَ, وكَانَ أَوَّلُ مَنْ أَشْهَرَ بِالْقَوْلِ بِفَرْضِ إِمَامَةِ عَلِي (ع) وأَظْهَرَ البَرَاءَةَ مِنْ أَعْدَائِهِ  وَكَاشَفَ مُخَالِفِيْهِ وَأَكْفَرَهُمْ, (رجال الكشي, ص/ 108 ). وَبِمثل ذلك أقر الحسن بن موسى النوبختي في كتابه ("فرق الشيعة", ص/22)

Diriwayatkan dari Ulama syi’ah, Muhammad Bin Umar Al-Kasyiy (340 H): telah menyatakan sebagian orang yang berilmu bahwa sesungguhnya Abdullah Bin Saba’ itu orang beragama yahudi kemudian masuk islam dan mendukung sayyidina Ali AS. Dia berkata ketika masih beragama yahudi bahwa Yusya’ Bin Nun itu adalah pewaris nabi Musa AS dengan cara yang berlebihan, ketika dia sudah beragama islam, setelah wafatnya Rasulullah SAW dia mengatakan hal yang sama bahwa sayyidina Ali AS itu adalah penerima wasiat dari nabi. Abdullah Bin Saba’ adalah terkenal sebagai orang yang pertama kali mewajibkan keyakinan sayyidina Ali AS sebagai imam, dan dia tidak mengakui orang yang memusuhi Ali AS, serta memberantas para penentangnya dan mengkafirkan mereka (Rijal al-kasyiy, hal 108) hal yang sama diucapkan oleh Hasan bin Musa al-Naubakhti dalam kitabnya (Firaqus Syi’ah, hal 22).

Sumber Otoritatif Ajaran Syi’ah
 
Ulama Syi’ah Abdul Husain bin Syarafuddin al-Musawi berkata :
 
وَأَحْسَنُ مَا جُمِعَ مِنْهَا الْكُتُبُ الأَرْبَعَةُ الَّتِي هِيَ مَرْجِعُ الإِمَامِيَّةِ فِي أُصُولِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ مِنَ الصَّدْرِ الأَوَّلِ إِلَى هَذَا الزَّمَانِ, وَهِيَ: الْكَافِي, وَالتَّهْذِيْبُ, وَالاِسْتِبْصَارُ, وَمَنْ لاَيَحْضُرُهُ الْفَقِيْهُ, وَهِيَ مُتَوَاتِرَةٌ وَمَضَامِيْنُهَا مَقْطُوْعٌ بِصِحَّتِهَا, وَالْكَافِي أَقْدَمُهَا وَأَعَظْمُهَا وَأَحْسَنُهَا وَأَتْقَنُهَا (المراجعات ص419)

Sebaik-baik himpunan fatwa Imam Ja’far Shodiq ialah empat kitab yang menjadi rujukan utama syi’ah imamiyah dalam masalah-masalah pokok dan cabang sejak generasi syi’ah yang pertama sampai dengan zaman ini yaitu al-Kafi, al-Tahdzib, al-Istibshor, dan Man La Yahdluruhu al-Faqih. Kitab-kitab tersebut mutawatir isinya dipastikan shohih, sedangkan al-kafi ialah yang paling dahulu, paling agung, paling baik, paling teliti (al-Murojaaat, hal 419)

RUKUN ISLAM SUNNAH-SYIAH
 
عَنْ أَبِي جَعْفَرَ (ع) قَالَ: بُنِيَ اْلإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةِ أَشياءَ عَلَى الصَّلاَةِ وَالزكَاةِ والحَجِّ والصَّوْمِ وَالْوِلاَيَةِ قَالَ زُرَارَةُ قُلْتُ: وَأَيُّ شَىءٍ مِنْ ذَلِكَ أفْضَلُ؟ فَقَالَ: الْوِلاَيَةُ أَفْضَلُ.[ الكافي (2/ 18) ]

RUKUN ISLAM (SYIAH) ADA 5:
1.Shalat
2.Puasa
3.Zakat
4.Haji
5.Wilayah (hanya mengakui kepemimpinan Ali dan anak cucunya).

RUKUN IMAN SUNNAH-SYIAH
 
RUKUN IMAN (SYIAH) ADA 5
 
1.al-Tauhid
2.al-Nubuwwah
3.al-Imamah
4.al-’Adlu (Keadilan)
5.al-Ma’aad (akhirat)
 

SYAHADAT SUNNAH-SYIAH
SYAHADAT ( SYIAH )
 
Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT
Bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah
Bersaksi bahwa imam-imam yang dua belas adalah para pemimpin yang wajib ditaati.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar