كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 25 Oktober 2011

Salafy Wahabi Memuji Abu Lahab


Lihat scan kitab di atas, mereka (Wahabi) memuji padahal Abu lahab adalah seorang yang kafir kepada Allah Swt dan orang yang sangat memusuhi Nabi Muhammad Saw. Ketika Rasulullah Saw mendapat perintah dari Allah Swt untuk menyeru umatnya agar beriman kepada Allah dan mengikuti agamanya, beliau mengumpulkan kaumnya di bukit sofa dan beliau naik di atasnya seraya menyeru dan mengajak mereka beriman kepada Allah dan Rasulnya. Namun Abu Lahab menentangnya sambil berkata " Celaka engkau wahai Muhammad, apakah untuk ini kamu mengumpulkan kami semua !". Maka turunlah surat Al-Lahab yang membela Nabi Muhammad Saw dan mencela Abu Lahab atas prilakunya tersebut. Allah mencela dan membenci Abu lahab karna mencela Nabi Muhammad Saw dan menentang seruannya yang tidak mau beriman kepada Allah dan Rasulnya dan Allah menashnya (menetapkan) bahwa Abu lahab dan istrinya bakal masuk neraka yang sangat pedih.

Namun sungguh mengherankan, ada aliran sempalan yang jauh dari ajaran Islam justru memuji Abu lahab dan membanding-bandingkannya kepada kaum yang beriman bahkan menggunggulkannya atas umat Islam yang melakukan tawassul, mereka mengatakan di dalam kitab mereka yang berjudul KAIFA NAFHAMUT TAUHID karya Muhammad Ahmad Baasyamil halaman 16-17 berikut ini terjemahannya :

"Abu Jahal dan Abu Lahab serta mereka yang seagama dari orang-orang musyrik; adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya,... mereka tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.

Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya terhadap-Nya dari pada orang-orang Islam yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang saleh dan mencari syafaat dengan jalan mereka kepada Allah.
Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya dari pada mereka orang-orang Islam yang mengucapkan "La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah".

Naudzu billah min dzalik..
Butakah mata mereka akan ayat Allah Swt yang menash Abu lahab sebagai calon penghuni neraka, karena tidak mau beriman kepada Allah Dan Rasul-Nya?? Tidak ada para ulama satu pun yang berani mengatakan demikian. Sungguh mereka (wahhabiyyah/salafiyyah) berakidah atas dasar hawa nafsu demi memperdaya umat Islam dari ajaran mayoritasnya (ASWAJA).
Allah Swt berfirman :

"Maka jika mereka tidak menjawabmu ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ". (QS: Al-Qoshsos; 50)

Semoga kita semua diselamatkan oleh Allah Swt dari semua ajaran yang menyimpang dari ajaran Ahlus sunnah wal jama'ah..dan dijadikan orang-orang yang selalu meneggakkan ajaran Allah Swt sehingga membuat hati Rasul Saw senang dan bahagia. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin…

By : Ibnu Abdillah Al-Katibiy

2 komentar:

  1. Assalaamu'alaikum... Terima kasih anda telah melampirkan scan kitab, ini merupakan tindakan obyektif yg sangat berharga. hanya saja, penulis di situ mentaqyid makna tauhid yg dimaksud, yaitu tauhid rububiyyah. Artinya, Abu Jahal dan Abu Lahab mengimani Allah sebagai:
    1-Pencipta alam semesta,
    2-Pemberi rezeki,
    3-Yang menghidupkan,
    4-Yang mematikan,
    5-Yang memberi madharat, dan
    6-Yang memberi manfaat.
    Saya pribadi sepakat dengan penulis bahwa Abu Lahab dan Abu Jahal mengimani poin ke 1-4 secara tulus. memang keyakinan kaum musyrikin secara umum adalah spt itu (lihat: QS Al Ankabut: 61,63; Luqman: 25; Az Zumar: 38, dan Az Zukhruf: 9, 87). Akan tetapi poin ke 5-6 tidak mutlak demikian, sebab mereka (musyrikin) meyakini bahwa berhala2 mereka itu dapat memberikan syafaat bagi mereka di sisi Allah, dan ini merupakan salah satu manfaat. Demikian pula dlm hal madharat, mereka meyakini bahwa selain Allah bisa mendatangkan madharat dengan sendirinya, spt yg disinyalir oleh Allah dlm surat Al Jin ayat 6. Akan tetapi, mereka berbuat syirik dalam kondisi lapang saja, sedangkan dalam kondisi terjepit mereka tulus memohon pertolongan kepada Allah (lihat: QS Yunus: 22, Al Ankabut: 65, dan Luqman: 32). Di sana jelas sekali bahwa ketika mereka (musyrikin) dihempaskan ombak di tengah lautan, mereka ikhlas berdoa kepada Allah, namun setelah Allah menyelamatkan mereka ke daratan, mereka syirik kembali. Kondisi musyrikin yg spt ini jelas 'lebih baik' dari pada banyak orang yg mengaku muslim pada zaman ini, namun saat terjepit mereka justru minta ke kuburan... inilah yg dimaksud oleh penulis, dan ini tidak berarti bahwa setiap orang yg berbuat spt itu berarti lebih kafir drpd Abu Jahal dan Abu Lahab. Dan tidak berarti pula Abu Jahal dan Abu Lahab telah beriman dengan iman yg sesungguhnya, dan telah mentauhidkan Allah dengan tauhid yg sempurna. Sama sekali tidak demikian. Tauhid yg mereka miliki adalah sebagian dari tauhid rububiyyah yg belum cukup untuk mengeluarkan mereka dari status musyrik. Akan tetapi, pun demikian mereka lebih memelihara tauhid rububiyyah mereka dari sebagian kaum muslimin yg meyakini adanya pencipta selain Allah, spt kaum sufi ekstrim yg meyakini bhw wali-wali qutub ikut mengatur alam semesta, dsb... ini jelas menunjukkan bahwa kemusyrikan mereka 'yg ngaku muslim tsb' lebih parah dari kemusyrikan Abu Lahab dan Abu Jahal. That's it... understand brother? May Allah bless u and guide u to the right path... and so do I.

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumussalam..

    Eaa itulah kesalahannya dlm membagi tauhid menjadi tiga, salah satunya rububiyah, padahal rasulullah gag pernah membagi tauhid menjadi tiga, ulama' salaf pun gag ada, tapi stlah lahirnya ibnu taimiyah tauhid di bagi menjadi 3 dan kmudian di ikuti oleh dul wahhab bserta kroni2 nya..

    BalasHapus