كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 25 Oktober 2011

Sifat sholat Syaikh Nashiruddin Al-Albani




JANGAN TERTIPU DENGAN BUKU SIFAT SHOLAT NABI
KARANGAN NASHIRUDDIN AL-ALBANI
,

sebenarnya semua fuqoha dalam 4 Madzhab telah membahas tuntas mengenahi perbedaan Sholat antara Laki2 dan Perempuan dalam Kitab2 Fiqih beliau2, namun belakangan muncul seorang tokoh yang memporakporandakan hasil riset Ilmiyah Beliau2 ini dengan gugatan yang mengatasnamakan Sunnah Nabi.

SyaikhNashiruddin al-Albani mengatakan : “Semua cara sholat yang telah disebutkan dalam buku ini berlaku sama bagi laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat keterangan dari Sunnah yang menerangkan adanya cara-cara khusus untuk perempuan yang berbeda dengan cara yang berlaku untuk laki-laki. Bahkan sabda Nabi SAW yang menyatakan : “Sholatlah kalian semua seperti kalian melihat aku sholat” berlaku secara umum dan mencakup kaum perempuan.
Imam al-Baihaqi rahimahullah, di dalam as-Sunan al-Kubro, 3/73-75, telah mencantumkan beberapa hadits sebagai berikut :

باب ما يستحب للمرأة من ترك التجافي في الركوع والسجود

Bab yang menerangkan sesuatu yang disunnahkan bagi wanita dari meninggalkan perenggangan di dalam ruku’ dan sujudnya

قال ابراهيم النخعي :كانت المرأة تؤمر إذا سجدت ان تلزق بطنها بفخذيها كيلا ترتفع عجزتها ولا تجافى كما يجافى الرجل.

Ibrahim an-Nakha’iy berkata: Adanya wanita itu diperintah ketika bersujud hendaknya melekatkan perutnya pada kedua pahanya agar tidak terangkat pantatnya dan juga tidak merenggang sebagaimana perenggangannya lelaki.

عن الحارث قال قال على رضى الله عنه : إذا سجدت المرأة فلتضم فخذيها.

Dari al-Harits berkata: Ali ra berkata : “Apabila wanita bersujud maka hendaknya dia mengumpulkan kedua pahanya”.

عن يزيد بن أبى حبيب إن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على امرأتين تصليان فقال : إذا سجدتما فضما بعض اللحم إلى الأرض فإن المرأة ليست في ذلك كالرجل.

Dari Zaid bin Abi Hubaib sesungguhnya Rasulullah SAW melewati atas dua orang wanita yang keduanya sedang melaksanakan sholat, lalu beliau bersabda : “Apabila kalian berdua sujud, maka kumpulkanlah sebagian daging ke bumi, karena sesungguhnya wanita tidaklah di dalam hal itu seperti lelaki”.
Imam as-Syafi’i rahimahullah di dalam kitab al-Umm, 1/138, menjelaskan : 

وقد أدب الله تعالى النساء بالإستتار وأدبهن بذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم وأحب للمرأة في السجود أن تضم بعضها إلى بعض وتلصق بطنها بفخذيها وتسجد كأستر ما يكون لها وهكذا أحب لها في الركوع والجلوس وجميع الصلاة أن تكون فيها كأستر ما يكون لها وأحب أن تكفت جلبابها وتجافيه راكعة وساجدة عليها لئلا تصفها ثيابها“Sungguh Allah Ta’ala telah mendidik kepada para wanita dengan bertutup, dan Rasulullah SAW telah mendidik mereka dengan seperti itu, dan saya mencintai bagi wanita di dalam sujudnya bila mengumpulkan sebagiannya kepada sebagian yang lain, dan melekatkan perutnya pada kedua pahanya, dan dia bersujud seperti menutupi sesuatu yang ada baginya, dan seperti ini lebih aku cintai baginya di dalam ruku’nya, dan duduknya serta di dalam keseluruhannya sholat bila dia menjadikan di dalamnya seperti menutupi sesuatu yang ada untuknya, dan saya mencintai bila dia menggabungkan jilbabnya dan perenggangannya dalam keadaan ruku’ dan sujud agar tidak sebagiannya itu adalah bajunya”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar