كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 25 Oktober 2011

Syaikh Utsaimin memanipulasi ucapan Ibnu Taimiyyah

Bongkar lagi…!!!

Lihat bukti scan kitab di atas..

Syaikh Utsaimin memanipulasi ucapan guru besarnya Ibnu Taimiyyah, perhatikan berikut ini.
Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Iqtidhoush shirotil Mustaqim juz 1 halaman : 619 mengatakan tentang Maulid Nabi Saw :

وكذلك ما يحدثه بعض الناس، إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام، وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم، وتعظيمًا. والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد، لا على البدع- من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدًا. مع اختلاف الناس في مولده. فإن هذا لم يفعله السلف، مع قيام المقتضي له وعدم المانع منه لو كان خيرًا.
) اقتضاء الصراط المستقيم مخالفة أصحاب الجحيم ، ج 1 ، ص 619(

“ Demikian pula apa yang diperbuat orang-orang, terkadang bisa saja menyerupai orangt-orang Nashroni di dalam memperingati hari lahirnya isa As, dan juga terkadang bisa juga karena rasa cinta dan pengagungan Kepada Nabi Saw dan Allah memberi pahala mereka atas kecintaan dan ijtihad ini bukan karena bid’ah berupa menjdikan mauled Nabi Saw sbagai hari raya padahal para ulama berbeda pendapat tentang hari kelahiran Nabi Saw “

Sekarang perhatikan fatwa Utsaimin dan penngkaburannya terhadap ucapan Ibnu Taimiyah dengan membuang sebagian ucapan ibnu Timiyyah dalam kitab Majmu’ Fatawanya jilid 6 halaman 200 berikut ini :

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله: "وكذلك ما يحدثه بعض الناس؛ إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام، وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم وتعظيما له... من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدًا - مع اختلاف الناس في مولده؛ فإن هذا لم يفعله السلف مع القيام المقتضى له وعدم المانع ولو كان هذا خيرًا محضا أو راجحا؛ لكان السلف - رضي الله عنهم - أحق به منا؛

“ Demikian pula apa yang diperbuat orang-orang, terkadang bisa saja menyerupai orangt-orang Nashroni di dalam memperingati hari lahirnya isa As, dan juga terkadang bisa juga karena rasa cinta dan pengagungan Kepada Nabi Saw (sampai di sini Utsaimin memotong ucapan Ibnu Taimiyah), dari menjadikan hari kelahiran Nabi Saw sebagai hari raya…”

Catatan : Lihatlah, bagaimana Utsaimin berani membuang dan memotong ucapan guru besarnya sendiri Ibnu Taimiyah bukan Cuma memotong tetapi ia juga menambahi ucapannya sndiri ke dalam ucapan Ibnu Taimiyyah sprit tertera di atas…

Sungguh ia telah melakukan talbis (penipuan trhadap umat) dan khianat trhadap ilmu dan gurunya sendiri…!!!

By: Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar