كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Minggu, 10 Juni 2012

ANTARA MENCIUM AL-QUR'AN & MENCIUM JARAN

Emmmuaacchhh
Banyak beredar di google mengenai hukum mencium Mushaf Al-Qur'an, Nah waktu saya jalan2 menemukan situs ini ; http://faisalchoir.blogspot.com/2011/10/hukum-mencium-mushaf-al-quran.html

Coba bandingkan dengan gambar Kingdom Of Saudi Arabia

Amir Mat’ab bin Abdullah sedang mencium kuda bernama “iklil” setelah menjuarai pacuan kuda yang di gelar dilapangan Malik Abdul Aziz dalam perebutan piala Amir Muhammad bin Su’ud.


 Dan bandingkan juga dengan Ekspresi cium gambar sang raja oleh siswa Saudi Arabia

Klo qt sama2 berpikir realistis, mencium Al-Qur'an di hukumi Bid'ah Dholalah atau di larang dengan illat/alasan Ghuluw (Hormat berlebih2an), berarti Amir Mat'ab bin Abdullah dan Siswa Saudi Arabia juga Ghuluw.

Emmuachh
Serasi dengan qoidah kaum yang berpendapat mencium Al-Qur'an di larang "LAU KAANA KHOIRON LASABAQUUNA ALAIH"

Seandainya mencium kuda itu baik tentu para sahabat telah mendahuluinya.. ^_^

Mengenai gambar yang paling bawah adalah
Ekspresi cium gambar sang raja oleh siswa Saudi Arabia



Foto ini berjudul

صور احتفالات مدينة الرياض بمناسبة عودة الملك عبدالله من المغرب

Gambar dalam perayaan dikota Riyadh bertepatan dengan kembalinya sang raja Abdullah dari berobat diluar negeri.

Untuk gambar gambar menarik lainnya silahkan anda lihat disini:

http://www.a7tajk.com/vb/a7t-t98336.html

Ya benar, satu tahun lalu, yaitu awal tahun 2011 raja Saudi ini berobat keluar negeri lalu kembalinya ke tanah air nya disambut oleh masyarakat, khususnya daerah ibu kota yaitu riyadh.

Semua elemen masyarakat turun ke jalan, layaknya di indonesia jika bapak presiden sedang berkunjung ke sebuah daerah.

Ekspresi sambutan cinta memang macam macam caranya ya...
genggap gempita riang gembira bersuka cita....

Demikian Sohib ana Gus Kaheel Baba Naheel melaporkan dari Saudi..

2 komentar:

  1. dan apakah menurut anda Amir Mat’ab bin Abdullah, dan Siswa itu lebih tau kebenaran dari pada sang penyeru kebenar rasul kita Muhammad SAW.

    dan apakah anda yakin Amir Mat’ab bin Abdullah dan Siswa itu lebih tau cara menyayangi Al Qur'an, dari pada nabi kita Muhammad SAW.

    Apakah anda pikir Rasul kita Muhammad SAW, yang tak pernah takut untuk mati dalam jihad dijalanNya lupa cara menghormati Al-Qur'an...

    Mencium Al-Qur'an tidak pernah dicontohkan oleh Beliau, apalagi mencium kuda, dan bukan sesuatu yang mustahil Amir Mat’ab bin Abdullah dan Siswa itulah yang tak pernah tau bagaimana menyayangi danmenghormati mahluk ciptaanNya...

    hanya coba berpendapat...

    BalasHapus
  2. Hehehehe..

    Mencium Al-Qur'an tidak pernah dicontohkan oleh Beliau ??????????

    Lalu praktek ini gimana :

    حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الصُّوفِيُّ بِبَغْدَادَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ التَّمَّارُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَطَّافُ بْنُ خَالِدٍ الْمَخْزُومِيُّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَزِينٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، قَالَ: " بَايَعْتُ بِيَدِي هَذِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَاهَا، فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ "

    Telah menceritakan Ahmad bin Al-Hasan bin ‘Abdil-Jabbaar Ash-Shuufiy di baghdaad, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Nashr At-Tammaar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Aththaaf bin Khaalid Al-Makhzuumiy, dari ‘Abdurrahmaan bin Raziin, dari Salamah bin Al-Akwaa’, ia berkata : “Aku berbaiat kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan tanganku ini, lalu kami menciumnya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari hal itu” [Diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Al-Muqri’ dalam Ar-Rukhshah fii Taqbiilil-Yadd no. 12; hasan]

    lalu ini lagi :

    حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَطَّافُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ رَزِينٍ، قَالَ: " مَرَرْنَا بِالرَّبَذَةِ، فَقِيلَ لَنَا: هَا هُنَا سَلَمَةُ بْنُ الأَكْوَعِ، فَأَتَيْنَاهُ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ، فَأَخْرَجَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: بَايَعْتُ بِهَاتَيْنِ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَأَخْرَجَ كَفًّا لَهُ ضَخْمَةً كَأَنَّهَا كَفُّ بَعِيرٍ، فَقُمْنَا إِلَيْهَا فَقَبَّلْنَاهَا "

    Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Maryam, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Aththaaf bin Khaalid, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku ‘Abdurrahmaan bin Raziin, ia berkata : “Kami pernah melewati daerah Rabadzah. Lalu dikatakan kepada kami : “Itu dia Salamah bin Al-Akwa’”. Maka kami mendatanginya dan mengucapkan salam kepadanya. Lalu ia mengeluarkan kedua tangannya dan berkata : “Aku berbaiat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan kedua tanganku ini”. Ia mengeluarkan kedua telapak tangannya yang besar yang seperti tapak onta. Kami pun berdiri, lalu menciumnya (tangan Salamah)” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy dalam Al-Adabul-Mufrad no. 973; dihasankan oleh Al-Albaaniy dalam Shahih Al-Adabul-Mufrad hal. 372].

    Bahkan albani pun mengatakan Hasan riwayat tersebut..

    BalasHapus