كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Perpuse Peparing hadirkan artikel-artikel faktual sebagai counter attack atas maraknya propaganda murahan yang salah kaprah akan islam dimedia-media online oleh firqoh-firqoh minoritas sempalan yang dapat memecah belah ummat islam seperti wahabi, syiah dan semacamnya juga sebagai media share demi kelestarian nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang asli dan murni di belahan bumi manapun Terima kasih atas kunjungan anda semoga isi dari blog saya yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 10 Desember 2012

HUKUM TRADISI MASYARAKAT


Al-Imam Ibn Muflih al-Hanbali (ulama panutan Wahhabi), mengutip dalam kitabnya al-Adab al-Syar’iyyah, juz 2, hal. 47, dari Ibn ‘Aqil al-Hanbali, anjuran agar tidak meninggalkan tradisi masyarakat selama tradisi tersebut tidak haram.
________________________________________
Berikut redaksi asli dari scan di atas :

وَقَالَ ابْنُ عَقِيلٍ فِي الْفُنُونِ لَا يَنْبَغِي الْخُرُوجُ مِنْ عَادَاتِ النَّاسِ إلَّا فِي الْحَرَامِ فَإِنَّ الرَّسُولَ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - تَرَكَ الْكَعْبَةَ وَقَالَ «لَوْلَا حِدْثَانُ قَوْمِكِ الْجَاهِلِيَّةَ» وَقَالَ عُمَرُ لَوْلَا أَنْ يُقَالَ عُمَرُ زَادَ فِي الْقُرْآنِ لَكَتَبْتُ آيَةَ الرَّجْمِ. وَتَرَكَ أَحْمَدُ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ لِإِنْكَارِ النَّاسِ لَهَا، وَذَكَرَ فِي الْفُصُولِ عَنْ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ وَفَعَلَ ذَلِكَ إمَامُنَا أَحْمَدُ ثُمَّ تَرَكَهُ بِأَنْ قَالَ رَأَيْت النَّاسَ لَا يَعْرِفُونَهُ، وَكَرِهَ أَحْمَدُ قَضَاءَ الْفَوَائِتِ فِي مُصَلَّى الْعِيدِ وَقَالَ: أَخَافُ أَنْ يَقْتَدِيَ بِهِ بَعْضُ مَنْ يَرَاهُ.
Terjemahannya
"Imam Ibnu Aqil berkata dlm kitab al-funun "tidak pantas/tidak baik keluar dari tradisi masyarakat, kecuali tradisi yg haram, karena Rasulullah Saw telah membiarkan ka'bah dan berkata (seandainya kaummu tidak baru saja meninggalkan masa2 jahiliyyah) dan Sayyidina Umar berkata seandainya orang2 tidak akan berkata, Umar menambah Al-Qur'an, aku menulis ayat rajam di dalamnya"
Imam Ahmad bin Hanbal meninggalkan 2 rokaat sebelum maghrib karena masyarakat mengingkarinya.
Dalam kitab al-fushul di sebutkan tentang 2 rokaat sebelum maghrib Imam kami Ahmad bin Hanbal awalnya mengerjakan, namun kemudian beliau meninggalkannya dan beliau berkata "aku melihat orang2 tidak mengetahuinya", dan Imam Ahmad memakruhkan melakukan sholat qodho' di musholla pada waktu hari raya ied, dan beliau juga berkata "saya khawatir/takut sebagian orang yg melihatnya akan ikut2an mengerjakannya"

Semoga Bermanfaat, Salam Aswaja..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar